Perbedaan Arsitek Dengan Teknik Sipil

Ketentuan : Desain ini adalah hak cipta dari Tukangprofesional.id. Jika menggunakan gambar ini untuk konten sosial media, blog, website dan lain-lain, diharapkan mencantumkan link ke situs kami, Terimakasih.

 

Seseorang yang berprofesi sebagai Arsitek dengan Teknik Sipil itu berbeda, padahal kenyataannya di mata orang awam kedua bidang tersebut mempunyai kesamaan dalam hal ilmu penjelasannya dan prospek kerjanya. Lalu apa sebenarnya perbedaan arsitek dengan teknik sipil? 

Apa yang Dimaksud Dengan Arsitek? 

Menurut National Council of Architectural Registration Boards (NCARB) seperti dikutip The Architects Guide, Arsitek adalah seseorang yang sudah memiliki lisensi dan profesional dalam bidang seni dan ilmu pengetahuan. 

Untuk seorang yang berprofesi sebagai Arsitek yaitu adalah orang yang menggabungkan unsur seni dan teknik menjadi sebuah objek. Jadi seorang dapat dikatakan arsitek jika: 

  • Membuat konsep rancangan

Merencanakan sebuah objek dengan mengumpulkan data dan informasi dari pengguna jasa terkait kebutuhan dan persyaratan dalam membagun sebuah objek. Kemudian, Arsitek akan menganalisis dan mengolah data menjadi sebuah program dan konsep rancangan.

  • Prarancangan

Setelah konsep rancangan yang telah dibuat, Arsitek mulai menyusun pola dan bentuk sebuah objek dengan sketsa gambar. Selain itu, Arsitek juga menyusun nilai fungsional dari suatu objek dalam bentuk diagram. Di Dalam tahap ini Arsitek merangkum perkiraan luas bangunan, bahan yang dibutuhkan, sistem konstruksi, biaya dan waktu proses pembangunan.

  • Mengembangkan Rancangan

Setelah prarancangan telah disetujui oleh klien, maka tanggung jawab Arsitek selanjutnya adalah mengembangkan rancangan. Pada tahap ini, Arsitek akan membuat perancangan yang lebih detail mengenai sistem konstruksi, struktur bangunan, bahan bangunan dan perkiraan biaya konstruksi.

Jika semua sudah disetujui, hasil dari penhembangan rancangan ini akan menjadi rancangan akhir dari sebuah objek dan menjadi acuan untuk menjalankan tahap selanjutnya yaitu membuat gambar kerja. 

  • Proses Pengadaan Pelaksanaan

Di Tahap ini seorang Arsitek mulai melakukan pengadaan pelaksanaan konstruksi. Terdapat dua bagian langkah ini, yaitu pelelangan dan penyiapan dokumen pengadaan pelaksana konstruksi.

Seorang Arsitek harus melakukan pengolahan gambar kerja ke dalam format dokumen milik pelelangan yang dilengkapi uraian Rencana Kerja dan Syarat-syarat Teknis Pelaksanaan Pekerjaan (RKS), Rencana Anggaran Biaya (RAB) dan Daftar Volume (Bill of Quantity). Dan di bagian kedua, Arsitek akan membantu klien dalam melaksanakan nilai tender serta melakukan pelelangan.

  • Mengawasi Secara Berkala

Di tahap ini, arsitek akan melakukan pengawasan dan peninjauan. Arsitek juga harus mengadakan pertemuan secara teratur dengan para klien dan pelaksana Pengawasan Terpadu yang telah ditunjuk oleh klien.

Apa yang Dimaksud Dengan Teknik Sipil? 

Teknik Sipil adalah suatu cabang ilmu teknik yang mempelajari tentang bagaimana cara merancang, membangun sebuah objek, dan menganalisa hasil dari objek yang telah dirancang dari awal sampai akhir. 

Teknik sipil mencangkup ruang lingkup yang cukup luas yaitu meliputi ilmu pengetahuan matematika, fisika, kimia, biologi, geologi, teknologi serta lingkungan.

Berikut penjelasan seputar Teknik Sipil yang telah dikembangkan berdasarkan tingkat kebutuhan manusia :

  • Struktural

Cabang yang mempelajari masalah struktur dari sebuah objek bangunan. Sebuah bentuk bangunan mungkin dibuat dari beberapa pilihan material seperti baja, kayu, besi beton, kaca atau bahan lainnya. 

Ilmu bidang struktural mempelajari sifat-sifat material itu sehingga pada akhirnya dapat dipilih material mana yang cocok untuk jenis dari suatu objek bangunan tersebut. 

Dalam bidang ini dipelajari lebih mendalam yang berkaitan dengan merencanakan struktur bangunan, membangun sebuah pondasi sampai bangunan siap untuk digunakan.

  • Geoteknik

Geoteknik adalah cabang yang mempelajari struktur dan sifat berbagai macam tanah dan batuan dalam menopang suatu objek bangunan yang akan berdiri diatasnya. 

Cakupannya dapat berupa investigasi lapangan yang merupakan penyelidikan keadaan-keadaan tanah di suatu daerah, penyelidikan laboratorium serta merencanakan konstruksi tanah dan batuan seperti timbunan, galian, terowongan tanah lunak, terowongan batuan, bendungan tanah dll.

  • Manajemen Konstruksi

Cabang ilmu yang mempelajari masalah dalam proyek konstruksi, berkaitan dengan ekonomi,, pengembalian modal, penjadwalan pekerjaan, biaya proyek, serta semua hal yang berkaitan erat dengan hukum dan perizinan bangunan. Tak hanya itu saja, arsitek juga harus mengorganisasikan pekerjaan di lapangan sehingga bangunan tersebut selesai tepat waktu.

  • Hidrologi

Cabang yang mempelajari air, distribusi, pengendalian dan permasalahannya. Diantaranya yaitu antara lain ilmu hidrologi air, hidrolika (sifat material air, tekanan air, gaya dorong air) dan bangunan air seperti pelabuhan, waduk, irigasi dan kanal.

  • Teknik Lingkungan

Cabang yang mempelajari permasalahan-permasalahan dan isu lingkungan. Yang mencangkup bidang ini antara lain penyediaan sarana dan prasarana air bersih, pengelolaan limbah dan air kotor, pencemaran sungai, polusi suara dan udara hingga teknik penyehatan.

  • Transportasi

Ilmu yang mempelajari tentang sistem transportasi. Bidang ini termasuk sektor konstruksi dan pengaturan jalan raya, konstruksi bandara, terminal, stasiun dan manajemennya.

  • Informatika Teknik Sipil

Ilmu yang mempelajari penerapan teknologi seperti komputer untuk perhitungan sebuah pemodelan sistem dan proyek pembangunan atau bahkan penelitian. Bidang ini termasuk sektor pemodelan struktur bangunan, pemodelan pergerakan air tanah atau limbah, pemodelan lingkungan dengan teknologi Geographic Information System.

Jadi pada intinya, perbedaan Teknik Sipil dengan Arsitek yaitu jika Arsitek lebih terfokus pada satu objek dari awal merancang sampai objek itu selesai dengan mengutamakan segi keindahan desain (seni). 

Sedangkan Teknik Sipil Mempelajari semua aspek dari awal merancang sebuah objek sampai selesai. Proses ini dilakukan dengan cara mengukur objek dari kekuatan strukturnya yang kokoh, pengaruh dampak lingkungan terhadap alam sekitarnya. 

Teknik Sipil selalu mencangkup pengetahuan yang lebih luas dan mengawasi jalannya sebuah proses dari awal sampai akhir objek itu jadi. 



Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *